A. PENGERTIAN
Misi
awal Internet adalah sebagai jaringan komunikasi non-profit. Pada awalnya,
Internet didesain tanpa memperhatikan dunia bisnis. Kemudian hal
ini menjadi masalah sekarang dan di masa depan. Dengan semakin
banyaknya penghuni Internet, baik pencari informasi maupun penyedia informasi,
maka kebutuhan akan pengalamatan di Internet makin membengkak. Kebutuhan besar
akan IP address biasanya terjadi di jaringan komputer perusahaan dan LAN-LAN di
lembaga pendidikan.
IP
address sebagai sarana pengalamatan di Internet semakin menjadi barang mewah
dan ekslusif. Tidak sembarang orang sekarang ini bisa mendapatkan IP address
yang valid dengan mudah. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu mekanisme yang
dapat menghemat IP address. Logika sederhana untuk penghematan IP
address ialah dengan meng-share suatu nomor IP address valid ke beberapa client
IP lainnya. Atau dengan kata lain beberapa komputer bisa mengakses Internet
walau kita hanya memiliki satu IP address yang valid. Salah satu Mekanisme itu
disediakan oleh Network Address Translation (NAT)
1. Static NAT
Network
Address Translation (NAT) menterjemahkan sejumlah IP address tidak terdaftar menjadi
sejumlah IP address yang terdaftar sehingga setiap client dipetakkan kepada IP
address terdaftar yang dengan jumlah yang sama. NAT Static Jenis NAT ini
merupakan pemborosan IP address terdaftar, karena setiap IP address yang tidak
terdaftar (un-registered IP) dipetakan kepada satu IP address terdaftar. Static
NAT ini juga tidak seaman jenis NAT lainnya, karena setiap komputer secara
permanen diasosiasikan kepada address terdaftar tertentu, sehingga memberikan
kesempatan kepada para penyusup dari Internet untuk menuju langsung kepada
komputer gtertentu pada jaringan private anda menggunakan address terdaftar
tersebut.
2. Dynamic NAT
Dynamic Network Address Translation dimaksudkan untuk suatu keadaan dimana anda mempunyai IP address terdaftar yang lebih sedikit dari jumlah IP address un-registered. Dynamic NAT menterjemahkan setiap komputer dengan IP tak terdaftar kepada salah satu IP address terdaftar untuk connect ke internet. Hal ini agak menyulitkan para penyusup untuk menembus komputer didalam jaringan anda karena IP address terdaftar yang diasosiasikan ke komputer selalu berubah secara dinamis, tidak seperti pada NAT statis yang dipetakan sama. Kekurangan utama dari dynamis NAT ini adalah bahwa jika jumlah IP address terdaftar sudah terpakai semuanya, maka untuk komputer yang berusaha connect ke Internet tidak lagi bisa karena IP address terdaftar sudah terpakai semuanya.
3. Masquerading NAT
Masquerading NAT ini menterjemahkan semua IP address tak terdaftar pada jaringan anda dipetakan kepada satu IP address terdaftar. Agar banyak client bisa mengakses Internet secara bersamaan, router NAT menggunakan nomor port untuk bisa membedakan antara paket-2 yang dihasilkan oleh atau ditujukan komputer-2 yang berbeda. Solusi Masquerading ini memberikan keamanan paling bagus dari jenis-2 NAT sebelumnya, kenapa? Karena asosiasi antara client dengan IP tak terdaftar dengan kombinasi IP address terdaftar dan nomor port didalam router NAT hanya berlangsung sesaat terjadi satu kesempatan koneksi saja, setelah itu dilepas.
B. MACAM-MACAM JENIS NAT.
1. Full cone NAT
2. Restricted cone NAT
3. Port restricted cone NAT
4. Symmetric NAT
C. FUNGSI
NAT merupakan
perpindahan suatu alamat ip ke alamat ip lain. Ada dua macam NAT yaitu dnat (destination network address translation) digunakan untuk meneruskan
(redirect) paket dari ip publik melalui firewall ke dalam suatu host misalnya
dalam DMZ. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat.tabel NAT berisi 3 bagian yang
disebut "chain" setiap aturan akan diperiksa secara berurutan sampai
ada satu yang tepat. kedua chain disebut PREROUTING dan POSTROUTING dan yang ke
3 OUTPUT atau chain buatan yang di panggil oleh kedua chain tersebut. snat
(source network address translation) dipergunakan untuk merubah source address
dari suatu paket data. target ini berlaku hanya pada kolom postrouting
dan hanya disinilah snat bisa di lakukan sebagai contoh penggunaan snat pada
gateway internet.
D. MEKANISME NAT
Sebuah paket TCP
terdiri dari header dan data. Header memiliki sejumlah field di dalamnya, salah
satu field yang penting di sini adalah MAC (Media Access Control) address asal
dan tujuan, IP address asal dan tujuan, dan nomor port asal dan tujuan.
Saat mesin A
menghubungi mesin B, header paket berisi IP A sebagai IP address asal dan IP B
sebagai IP address tujuan. Header ini juga berisi nomor port asal (biasanya
dipilih oleh mesin pengirim dari sekumpulan nomor port) dan nomor port tujuan
yang spesifik, misalnya port 80 (untuk web).
Kemudian B menerima
paket pada port 80 dan memilih nomor port balasan untuk digunakan sebagai nomor
port asal menggantikan port 80 tadi. Mesin B lalu membalik IP address asal
& tujuan dan nomor port asal & tujuan dalam header paket. Sehingga
keadaan sekarang IP B adalah IP address asal dan IP A adalah IP address tujuan.
Kemudian B mengirim paket itu kembali ke A. Selama session terbuka, paket data
hilir mudik menggunakan nomor port yang dipilih.
Router (yang biasa –
tanpa Nat) memodifikasi field MAC address asal & tujuan dalam header
ketika me-route paket yang melewatinya. IP address, nomor port, dan nomor
sequence asal & tujuan tidak disentuh sama sekali.
NAT juga bekerja atas
dasar ini. Dimulai dengan membuat tabel translasi internal untuk semua IP
address jaringan internal yang mengirim paket melewatinya. Lalu men-set tabel
nomor port yang akan digunakan oleh IP address yang valid. Ketika paket dari
jaringan internal dikirim ke Nat untuk disampaikan
keluar, Nat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Mencatat IP address
dan port asal dalam tabel translasi
2. Menggantikan nomor
IP asal paket dengan nomor IP dirinya yang valid
3. Menetapkan nomor
port khusus untuk paket yang dikirim keluar, memasukkannya dalam tabel
translasi dan menggantikan nomor port asal tersebut dengan nomor port khusus
ini.
Ketika paket balasan
datang kembali, Nat mengecek nomor port tujuannya. Jika ini
cocok dengan nomor port yang khusus telah ditetapkan sebelumnya, maka dia akan
melihat tabel translasi dan mencari mesin mana di jaringan internal yang
sesuai. Setelah ditemukan, ia akan menulis kembali nomor port dan IP
address tujuan dengan IP address dan nomor port asal yang asli yang digunakan
dulu untuk memulai koneksi. Lalu mengirim paket ini ke mesin di jaringan
internal yang dituju. Nat memelihara isi tabel translasi selama
koneksi masih terbuka.
E. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN NAT
Keuntungan penggunaan
NAT, antara lain :
- Menghemat alamat IP legal yang ditetapkan oleh NIC atau service provider
- Mengurangi terjadinya duplikat alamat jaringan
- Meningkatkan fleksibilitas untuk koneksi ke internet
- Menghindarkan proses pengalamatan kembali (readdressing) pada saat jaringan berubah
- Meningkatkan keamanan sebuah jaringan.
- Memberikan keluwesan dan performa dibandingkan aplikasi alternatif setingkat proxy.
Kerugian penggunaan
NAT, antara lain :
- Translasi menimbulkan delay switching
- Menghilangkan kemampuan trace (traceability) end to end IP
- Aplikasi tertentu tidak dapat berjalan jika menggunakan NAT, khususnya NAT yang menggunakan software

Tidak ada komentar:
Posting Komentar